Friday, May 31, 2013

Omote 3D sashin Trend patung keluarga yang menggantikan foto keluarga



Sebagai keluarga, mengabadikan keceriaan adalah hal yang menyenangkan. Ada banyak cara mengabadikan moment seru, misalnya saja dengan potret keluarga atau foto keluarga. Banyak keluarga yang memilih foto di studio sebagai bentuk keakraban. Nah, sekarang ada inovasi baru, membuat patung keluarga dalam ukuran kecil.
 Omote 3D adalah perusahaan Jepang yang menggunakan konsep pembuatan patung miniatur manusia yang menyerupai bentuk asli. Proses pembuatan patung ini tidak memakan waktu lama. Orang yang ingin membuat patung miniatur dirinya cukup datang ke toko yang ditentukan, seperti diwartakan Vemale.
Di toko, para pegawai akan meminta pemesan untuk berdiri dan tidak boleh bergerak selama 15 menit dan dilakukan scan dengan sebuah alat. Scan ini akan digerakkan di sekitar tubuh dan terasa seperti berkali-kali dipotret. Hasil scan akan diproses oleh komputer untuk selanjutnya dicetak menjadi miniatur patung sesuai ukuran yang dipesan.
Inovasi baru ini membuat banyak orang bisa mengabadikan tubuhnya dalam bentuk patung kecil, cocok untuk mengabadikan diri sendiri atau keluarga. Perlu waktu sekitar 1 hingga 2 bulan sejak scan untuk menerima hasil pembuatan patung mini.
Karena masih baru dan menggunakan teknologi khusus, harga patung cukup mahal. Anda harus mengeluarkan dana ¥ 16.000 (sekitar Rp 1,5 juta) untuk ukuran kecil, ¥ 21.000 (sekitar Rp 2 juta) untuk ukuran sedang dan ¥ 32.000 (sekitar 3 juta) untuk ukuran besar.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat video ini:


KEINDAHAN LATTE ART 3D YANG MENGAGUMKAN


Latte art atau seni melukis di atas kopi memang bisa diasah untuk bisa menghasilkan karya yang luar biasa indah. Namun hanya sedikit orang yang mampu membuat seni 3D di atas cangkir kopi.
Adalah barista asal Jepang, Kazuki Yamamoto yang menciptakan kreasi seni 3D di atas kopi. Beberapa bentuk seni 3D cantik buatannya adalah jerapah, kucing, dan tokoh ikonik Hello Kitty.
Sebagaimana dilansir dari HuffingtonPost, Yamamoto rajin mengunggah hasil karyanya melalui akun Twitter pribadinya. Penasaran? Simak langsung karya seni Yamamoto berikut ini.







Thursday, May 30, 2013

MANUSIA MELAHIRKAN HEWAN DEMI MENANGGULANGI KRISIS PANGAN?


Artikel kali ini mungkin aneh dan membuat Anda bergidik ngeri, bisakah manusia melahirkan hewan? Sepertinya bisa dan akan segera terwujud, karena upaya ini sedang dikembangkan. Tercetusnya ide ini dimulai dari meningkatnya jumlah populasi manusia. Jika tidak diimbangi peningkatan produk tumbuhan dan hewani, manusia bisa mengalami kelaparan.
Dilansir OddityCentral, seorang desainer dari Jepang, Ai Hasegawa menemukan ide unik, aneh dan sangat kontroversial. Ai membuat sebuah ide di mana wanita bisa melahirkan beberapa spesies hewan, membesarkan mereka lalu memakan mereka. Siklus ini diharapkan bisa mengurangi kekhawatiran kelaparan karena kurangnya pasokan makanan dengan cara alami.


Dengan ide yang aneh itu, VICE.com menghubungi Ai untuk mengetahui seperti apa konsep yang ingin dia kembangkan. Ai menjelaskan bahwa rahim manusia memiliki ukuran yang tepat untuk menampung satu janin. Desainer berusia 33 tahun tersebut sudah berbincang dengan beberapa dokter untuk membuat rahim jadi lebih besar.

Yang lebih mengejutkan, hewan yang akan diuji coba pertama kali adalah hiu. Memang agak tidak masuk akal, dan mungkin tidak banyak atau tidak ada wanita yang mau melahirkan hewan. Bagaimana pendapat Anda?

Lima Prinsip Pengambilan Keputusan di Jepang

Prinsip yang akan dibahas disini adalah prinsip 5 Gen yang berasal dari bahasa Jepang dan sangat populer serta telah menjadi dasar pemikiran oleh perusahaan-perusahaan yang mengikuti budaya Manufakturing Jepang dalam hal melakukan peningkatan yang berkesinambungan dan aktifitas pemecahan masalah.

Prinsip 5 Gen ini sebenarnya adalah pengembangan dari Prinsip 3 Gen yang sudah terkenal luas yakni GENBA, GENBATSU, dan GENJITSU. Bagi yang sudah mengenal Lean Manufacturing, maka Genba sudah tidak asing lagi. Karena dalam Lean manufacturing, genba adalah suatu kegiatan yang berkunjung ke lapangan (tempat kerja yang sebenarnya) untuk melakukan studi atau analisa langsung terhadap kesempatan peningkatan secara terus menerus (Kaizen) dalam hal menghindari Pemborosan (Waste/muda) yang terjadi dalam Produksi atau Industri.


Prinsip 5 Gen ini dipergunakan oleh Manajemen du produksi sebagai pedoman untuk menganalisa permasalahan yang terjadi dan mencari faktor penyebab permasalahan tersebut sehingga dapat diselesaikan dengan baik secara efisien dan efektif.
Kata “5 gen” berasal dari huruf pertama dari 5 kata dalam bahasa Jepang yaitu Genri. Gensoku, Genba, Genbutsu dan Genjitsu. Berikut ini adalah pembahasan singkatnya:
1.  GENRI / THEORY
Genri jika diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia adalah Teori atau Prinsip. Genri disini diartikan dengan mengikuti atau berdasarkan Prinsip Teori umum dan pendekatan ilmiah dalam penyelesaian masalah atau melakukan peningkatan/perbaikan proses yang terus menerus.
2. GENSOKU / RULES
Arti dari gensoku dalam Bahasa Indonesia adalah peraturan atau prosedur dalam melakukan pemecahan masalah serta melakukan peningkatan proses (Process Improvement). 
3. GENBA / REAL PLACE

Prinsip Genba menuntut setiap karyawan baik itu staff maupun manajemen untuk pergi ke tempat atau lokasi di mana suatu permasalahan tersebut terjadi supaya dapat memastikan sendiri atau mengetahui lebih jelas mengenai permasalahn tersebut. Genba jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah tempat kejadian sebenarnya atau lebih dikenal dengan istilah TKP (tempat kejadian perkara).
4. GENBUTSU / ACTUAL THINGS


Genbutsu adalah benda atau kondisi yang sebenarnya. Disini Manajemen dituntut untuk melihat suatu kejadian atau benda dengan matanya sendiri atau rasakan sendiri serta sentuh dengan tangannya sendiri.
5. GENJITSU REALITY

Genjitsu adalah kenyataan yang harus dirasakan seperti gejala-gejala (symptom) permasalahan dan pengaruhnya terhadap proses produksi meupun proses kerja dalam suatu industri.
Dengan adanya lima pedoman gen ini, diharapkan manajemen di produksi tidak hanya mengambil suatu keputusan melalui informasi dam laporan dari bawahannya. Tetapi dengan melihat dan merasakannya langsung gejala (Symptom) dari suatu permasalahan. Dengan demikian, keputusan yang akan diambil lebih akurat, efektif serta efisien.

semoga bermanfaat



Wednesday, May 29, 2013

Misteri Sanshu no Jingi: Pusaka Keramat Jepang

buat temen2 yang suka nonton Sasami-san@Ganbaranai...Salah satu yang unik dari anime ini adalah nama-nama yang dipakai oleh Yagami bersaudara, yang terinspirasi dari Sanshu no Jingi, atau yang biasa disebut dengan pusaka keramat Jepang.


Sanshu no Jingi adalah 3 benda pusaka yang menjadi Tanda Kebesaran Kekaisaran Jepang dan diwariskan secara turun-temurun kepada kaisar Jepang yang menjabat. Menurut mitologi Jepang, tiga benda yang terdiri dari Kusanagi no Tsurugi (pedang), Yata no Kagami (cermin), dan Yasakani no Magatama (permata) tersebut adalah benda yang diberikan oleh Amaterasu (Dewi Matahari) kepada cucunya, Nigino Mikoto, yang merupakan leluhur dari para kaisar di Jepang. Amaterasu mengirim Nigino no Mikoto beserta Sanshu no Jingi turun ke bumi untuk menenagkan keadaan Jepang. Masing-masing benda pusaka tersebut melambangkan nilai-nilai kebaikan, misalnya Kusanagi Tsurugi melambangkan keberanian, Yata no Kagami melambangkan kebijaksanaan, dan Yasakani no Magatama melambangkan kemurahan hati. Adapula yang menginterpretasikan Kusanagi Tsurugi sebagai bintang, Yata no Kagami sebagai matahari, dan Yasakani no Magatama sebagai bulan.


Sejak zaman Asuka (tahun 690 masehi), Sanshu no Jingi menjadi elemen pokok dalam upacara penobatan kaisar sekaligus menjadi bukti legitimasi politik serta bukti kedewaan Kaisar Jepang yang merupakan keturunan Amaterasu. Sayangnya upacara penobatan kaisar adalah upacara yang dilakukan secara tertutup dan hanya disaksikan oleh Kaisar dan pendeta-pendeta tertentu. Hal ini menyebabkan tidak banyak masyarakat yang mengetahui wujud Sanshu no Jingi yang sebenarnya, dan foto-foto yang beredar juga sangat sedikit. Kusanagi Tsurugi dan Yasakani no Magatama kabarnya terakhir kali terlihat dalam upacara penobatan Kaisar Akihito pada tahun 1989 dan 1993, namun keduanya dibungkus dalam sebuah wadah. Hingga kini status Sanshu no Jingi masih menjadi legenda dan keberadaannya tidak dapat dipastikan. Dugaan kuat mengatakan bahwa Kusanagi no Tsurugi disimpan di kuil Atsuta, Nagoya; Yata no Kagami di kuil Ise, Prefektur Mie, dan Yasakani no Magatama di Kokyo (Istana Kerajaan) di Tokyo.

Kisah Kehidupan Shoko Tendo (Putri Pimpinan Yakuza)

Sebelum nya sudah aku Post tentang yakuza kan
kalau belum lihat bisa dilihat disini :
berkenalan dengan yakuza

Yakuza Moon, Memoirs of a Gangster’s Daughter adalah sebuah buku yang ditulis oleh Shoko Tendo, putri kandung seorang pemimpin Yakuza pada zamannya. Memiliki kekayaan dan kekuasaan di beberapa daerah hingga mempunyai banyak aset bisnis.
Shoko Tendo menghabiskan masa remajanya dalam pergaulan dunia obat-obatan keras dan seks, juga menaungi dirinya dengan jati diri ‘Gangster cilik’. Hidupnya telah dipenuhi oleh kekerasan, kecanduan narkoba dan pemerkosaan.

Saat pembuatan buku tersebut (2004), Shoko baru berusia 32 tahun, ia mengubah hidup di sekeliling sebelum menulis biografinya, Yakuza Moon “Memoar Seorang Putri Gangster Jepang”, yang telah terjual hampir 100.000 eksemplar saat itu. Buku ini menawarkan pemandangan langka seorang wanita tentang perut kriminal Jepang, kejamnya dunia yang dikuasai oleh para yakuza muda, banyak dari mereka yang tampaknya telah mengalahkan jati diri aslinya.
Ia mengingat suatu peristiwa dari masa kecilnya, ketika seorang gangster muda datang ke rumah mereka dan menyerahkan potongan jarinya kepada ayahnya (suatu penebus kesalahan dalam adat Yakuza). 
“Ibuku menutup mataku, namun aku masih dapat melihat cucuran darah dari tangannya”
“Ayahku saat itu marah besar dan memukul kepala lelaki itu”
“Katanya, ‘kenapa kamu memotong jarimu? Kamu membutuhkannya untuk bekerja’,”

Dari semua kejadian yang Shoko alami telah meninggalkan bekas luka seperti patah tulang dan gigi, gendang telinga berlubang, hernia, dan hepatitis, mungkin dampak dari penggunaan narkoba juga. Operasi plastik telah membantu merekonstruksi wajahnya, namun kesehatannya sangat rawan walau dia sudah mulai pulih dari berbagai operasi yang ia jalani.
Sepanjang masa kecilnya, Tendo mendengarkan cerita-cerita romantis tentang kehormatan yakuza dan perannya dalam masyarakat. Cerita-cerita tersebut merupakan pembelaan dari ayahnya, meskipun keterlibatannya massa dalam prostitusi, narkoba, penipuan real estate dan bahkan pembunuhan telah diketahui Shoko.


Shoko memiliki sebuah “keputusan yang mengubah hidup” untuk mendapatkan tatto agar memberikan kekuatan mental dan kepercayaan diri untuk bangkit dari keterpurukan kehidupan yang telah ia jalani selama ini. Tubuhnya sekarang menjadi kanvas, beriak bertinta naga, bunga, Phoenix dan pelacur. Shoko tidak pernah menyesali tattonya, walaupun harus tetap tertutup dalam penampilannya karena ia tinggal di Negara yang hidupnya bersebrangan dengan ‘yakuza’. Tapi dia tetap berjuang untuk menjelaskan mengapa ia akan memperdalam hubungan simboliknya dengan yakuza bahkan saat ia memutuskan hubungan cintanya.

Dan saat ini, Shoko adalah ibu tunggal dari putrinya yang dia besarkan sejak saat ia mulai menulis kelanjutan untuk Yakuza Moon. Suaminya adalah seorang fotografer dan jauh dari orang-orang sesama ‘yakuza’ yang hampir menghancurkan hidupnya.
Shoko Tendo, salah satu Wanita ‘terhebat’ di dunia, ia berani mempublikasikan aib kisah kehidupannya pada masyarakat melalui karya tulisannya yang pertama, Yakuza Moon “Memoar Seorang Putri Gangster Jepang”. Dimana dalam buku tersebut jelas menceritakan seluk-beluk dan kepahitan hidup yang ia jalani selama ini, buku dimana yang isinya mengupas sisi lain kehidupan seorang putri gangster.




Berkenalan Dengan Yakuza




Yakuza dari bahasa Jepang: (やくざ atau ヤクザ) atau gokudō (極道) adalah nama dari sindikatterorganisir kriminal di Jepang. Sejarah panjang Yakuza dimulai kira-kira pada tahun 1612, saat Shogun Tokugawa berkuasa dan menyingkirkan shogun sebelumnya.  Pergantian kekuasaan ini mengakibatkan kira-kira 500.000 orang samurai yang sebelumnya disebut hatomo-yakko (pelayan shogun) menjadi kehilangan tuan dan menjadi kaum ronin. Kemudian karena tidak adanya bimbingan dari pemimpin, mereka mulai beralih menjadi pencuri dan preman. Untuk memberantas kaum ronin yang meresahkan ini, masyarakat membentuk suatu satuan keamanan masyarakat yang disebut dengan machi-yokko.


Setelah berhasil memberantas para ronin, tak disangka para machi-yokko ini malah menjadi sindikat kriminal, kelompok inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya yakuza. Para machi-yokko yang berubah menjadi mafia ini dilindungi dan dipelihara oleh kaum shogun pada masa itu. Mereka kemudian terbagi menjadi 2 bagian, yaitu tekiya dan bakuto. Tekiya adalah kelompok orang-orang yang bekerja sebagai pedagang dan menjual barang-barang palsu serta barang hasil curian. Mereka juga bekerja sebagai pihak keamanan dan menarik sejumlah uang dari pedagang lain atas jasa perlindungan. Sedangkan bakuto adalah penjudi. kelompok ini bekerja di kota dan jalan raya. Dari kaum Bakuto ini juga muncul tradisi menandai diri dengan tattoo pada sekujur badan (disebut irezumi) dan yubitsume (potong jari) sebagai bentuk penyesalan ataupun sebagai hukuman. Awalnya hukuman ini bersifat simbolik, karena ruas atas jari kelingking yang dipotong membuat si empunya tangan menjadi lebih sulit memegang pedang dengan mantap. Hal ini menjadi simbol ketaatan terhadap pimpinan.


Kekuasaan kaum Yakuza berubah setelah Jepang menyerang Pearl HarborMiliter mengambil alih kendali dari tangan Yakuza. Para anggota Yakuza akhirnya harus memilih apakah bergabung dalam birokrasi pemerintah, jadi tentara atau masuk penjara. Dapat dikatakan pamor Yakuza menjadi tenggelam. Setelah Jepang menyerah, para anggota Yakuza kembali ke masyarakat. Muncul satu orang yang berhasil mempersatukan seluruh organisasi Yakuza. Orang itu adalah Yoshio Kodame, seorang eks militer dengan pangkat terakhir Admiral Muda (yang dicapainya di usia 34 tahun). Yoshio Kodame berhasil mempersatukan dua fraksi besar Yakuza, yaitu Yamaguchi-gumi yang dipimpin Kazuo Taoka, dan Tosei-kai yang dipimpinHisayuki Machii. Yakuza pun bertambah besar keanggotaannya terutama di periode 1958-1963 saat organisasi Yakuza diperkirakan memiliki anggota 184.000 orang atau lebih banyak daripada anggota tentara angkatan darat Jepang saat itu. Yoshio Kodame dinobatkan sebagaigodfather-nya Yakuza.


Tidak ada yang istimewa dari penampilan sehari-hari kaum yakuza. Yang membedakan mereka dengan orang baisa hanya tattoo yang membalut seluruh tubuh mereka dan jari kelingking yang terpotong. Walaupun merupakan kelompok kejahatan, para yakuza mempunyai peraturan tidak boleh membunuh orang sembarangan.
lama banget ya bikin tattoo nya


Profesor Jepang Temukan Cara Menyuntik Tanpa Rasa Sakit

Dengan penetrasi hanya sekitar 0,5 milimeter sebelum jarum akhirnya larut dan mengirimkan vaksin ke dalam darah, pasien tidak akan merasakan apapun dan tidak ada pendarahan. Perangkat ini dapat digunakan untuk memberikan semua jenis vaksin pada orang yang takut pada suntikan. Untuk itu, Profesor Takada telah menghabiskan enam tahun untuk mengembangkan sistem vaksin obat ini, setelah sebelumnya peneliti lain telah mencoba menggunakan jarum mikro yang terbuat dari gula. Sayangnya, perangkat ini gagal karena jarum tersebut telah terdegradasi pada suhu di atas 100 derajat celcius.


Profesor Takada pun kemudian mengganti gula dengan polimer larut air – untuk membuat jarum mikro – yang dapat larut ketika ditekan ke dalam epidermis, lapisan terluar kulit, saat melepaskan vaksin ke dalam sistem peredaran darah. Jarum mikro tersebut hanya memiliki panjang 0,5 mm dan lebar 0,3 mm dan hasil uji coba menunjukkan bahwa efisiensi vaksin ini tidak terpengaruh oleh metode penyuntikannya. Yey aku jadi ga takut ke dokter lagi deh :D

Sejarah Ramen

Pada tahun 1910, dua koki Cina di restoran Rairaken, Tokyo memperkenalkan sebuah makanan baru berupa mie dengan kuah kaldu. Mereka menyebutnya Soba atau Shina Soba. Shina adalah nama untuk merujuk Cina. Soba adalah mie yang terbuat dari tepung yang merupakan bahan pokok makanan Jepang. Kedua koki ini membuat adonan dengan kansui, air mineral yang direbus, yang membuat mi jenis baru yang lebih panjang, lebih kuning dan lebih lentur.



Tak hanya rasa dan teksturnya yang disukai orang Jepang. Tapi juga apa yang sajikan secara implisit oleh mi itu. Sebagaimana Katarzyana Joanna Cwiertka tulis di Modern Japanese Cuisine: Food, Power dan National Identity, “Dengan berinteraksi fisik dengan Cina melalui memakan makanan dan minuman Cina, orang Jepang jadi semakin dekat pada gagasan tentang kerjaan.” Pada tingkatan yang lebih dalam, orang Jepang memahami bahwa makan Shina Shoba berarti memakan musuh mereka. Dengan demikian, itu berarti kanibalisme tanpa tulang dan tulang rawan.


Setelah kekalahan Jepang pada Perang Dunia II, kata Shoba kehilangan pamornya. Sebagai peninggalan agresi imperialis dan keburtalan masa perang terhadap Cina (yang memakan 20 juta jiwa), Shoba dianggap sebagai penghinaan budaya. Maka namanya diubah menjadi Chuka Soba yang menjadi lebih diterima sebab Chuka berbarti “ala Cina” atau “Chinese-style”. Mie itu akhirnya memasuki jaman modern pada tahun 1985, ketika seorang pengusaha bernama Momofuku Ando memperkenalkan versi kemasan pertama dari makanan itu. Digoreng kering dan diberi rasa ayam, dikeringkan dan ditekan menjadi bentuk balok, dan disebut dengan Chikin Ramen.


Kata itu diambil dari kata Cina la (menarik) dan mian (mi). Dan dengan segera berubah menjadi Ramen. Setelah awalan yang lambat, Ramen berkembang menjadi fenomena dunia, dari Amerika hingga Ukraina, dalam variasi yang tanpa batas. Kari, udang, sayuran, bahkan lemon pedas. Dikarenakan harganya yang murah dan menyiapkannya yang gampang, mi itu menjadi makanan pokok para pelajar, seniman dan musisi dimanapun berada. Pada tahun 2005, 85.7 triliun bungkus Ramen dinikmati oleh orang setiap tahun.

Monday, May 27, 2013

Hoshizuna no Hama, Pantai Berpasir Bintang di Jepang


Tak sedikit wisatawan yang gemar jalan-jalan ke pantai. Hamparan pasir putih yang lembut di pantai dan derunya suara ombak mampu menyegarkan pikiran. Tapi, ada hal yang berbeda saat kita berkunjung ke Pulau Iriomote, di Okinawa, Jepang. Pasir pantai di sini beda dengan pantai-pantai lainya. Pulau Iriomote merupakan pulau kecil di Kepulauan Okinawa. Di pulau tersebut terdapat pantai yang bernama Hoshizuna no Hama, artinya pantai berpasir bintang. Hoshizuna no Hama adalah pantai yang lkitai dan terdapat bebatuan karang. Pantainya bersih dan jarang ada sampah. Ditambah dengan air laut yang terlihat bergradasi dari tepian pantai dan pulau-pulau karang di tepian pantai, pantai ini terlihat cantik.


Bagi yang suka snorkeling, Hoshizuna no Hama punya alam bawah laut yang dahsyat. Siap-siap bertemu ikan-ikan lucu dan beragam bentuk terumbu karang. Air laut yang jernih, dijamin akan membuat Kita betah berlama-lama saat snorkeling di sini. Lebih dari itu, Hoshizuna no Hama punya keunikan pada pasir pantainya. Terang saja, pasir pantainya berbentuk bintang. Ambillah segenggam pasir di tangan Kita dan perhatikan butiran pasirnya dari dekat. Benar-benar mirip bintang yang biasa digambarkan memiliki lima sisi yang runcing. Rahasia pasir bintang di sini adalah pasir pantainya bercampur dengan cangkang mikroorganisme, yang biasa hidup di rumput laut. Meski demikian, bentuk pasirnya yang seperti bintang sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dunia. Untuk tiba ke Hoshizuna no Hama di Pulau Iriomote, Kita bisa menyebrang dengan naik kapal feri dari Okinawa. Perhatikan tiap butiran pasirnya yang seperti bintang. Tapi ingat, pelihara kebersihan dan kelestarian pantainya ya!

Siswa SLB di Jepang Menggelar Pertunjukan Angklung


Tidak hanya mampu memainkan alat musik angklung dengan kompak, para siswa dari Jepang ini pun tampak sangat menikmati memainkan angklung. Dalam konser 2 jam di Kobe Cultural Hall,  penampilan berbagai lagu dari genre klasik, latin, dan pop menghasilkan aplaus yang sangat meriah dari sekitar 800 orang yang memadati ruang konser. Teriakan ‘Bravo!’ pun terdengar sesekali dari para penonton, seperti ketika para siswa selesai membawakan Nocturnes karya Chopin atau Moldave dari Smetana. Ketika membawakan Fur Elise (Beethoven), yang sengaja diaransemen dengan beat pop bersama iringan drum, para siswa pun tampak ikut bergerak mengikuti irama. Lagu Bengawan Solo dan Tsubasa wo kudasai sebagai finalé konser, dimana para penonton diajak menyanyi bersama-sama.



Seusai acara, Ibu Yoshie Takano, pimpinan Present Garden-to sekaligus guru angklung mendampingi para siswa untuk menerima ucapan selamat dari para penonton. Kepada KBRI Tokyo, Ibu Takano menyampaikan bahwa angklung mampu menarik minat para siswa SLB untuk bermusik. “Kami mencoba berbagai alat musik, tapi ternyata angklung lah yang bisa membuat mereka senang dan mau bermusik,” ungkap Ibu Takano. Organisasi non-profit Present Garden-to membantu para siswa tunagrahita untuk beraktivitas di luar jam sekolah dengan menyediakan berbagai fasilitas, termasuk alat musik. Untuk konser ke-3 tersebut di atas, Present Garden-to juga mendapatkan dukungan penuh dari Konsulat Jenderal RI di Osaka. Bangga sekali rasanya, ternyata musik tradisional Indonesia sangat dicintai di luar sana:D

Film JAV untuk kucing(Neko AV)



Kamu tidak salah membaca judul artikel ini, tetapi.. isi film ini tidak seperti yang kamu bayangkan. Video ini bukan tentang kucing yang sedang melakukan adegan dewasa seperti JAV yang kita bayangkan. Isi film ini adalah aktivitas kucing sehari-hari, bermain, tidur, menggeliat dan sebagainya.



Lalu kenapa film ini dikatakan JAV kucing? Karena sampul film ini mengecoh para pembeli. Judul film ini adalah Neko AV (Neko=Kucing). Sementara di Jepang, AV adalah singkatan umum untuk Adult Video atau Video Dewasa, sedangkan yang dimaksud dengan AV dalam Neko AV adalah singkatan dari Animal Video atau Video Hewan. Jadi JAV yang dimaksud di sini adalah Japan Animal Video :D


Munculnya video tentang tingkah lucu kucing ditujukan dengan makin banyaknya orang yang mencintai hewan berbulu dan manja ini. Makin banyak foto dan video kucing yang beredar, semuanya tampak menggemaskan dan disukai banyak orang. Maka tidak heran jika perusahaan  Soft On Nyanko’s membuat “AV” dengan bintang utama kucing. Nah, karena ini hanya lelucon, “JAV” kucing ini aman untuk ditonton siapa saja. Yang pasti, para pecinta kucing akan menyukai film ini XD

Saturday, May 25, 2013

PERMAINAN KARTU KLASIK KHAS JEPANG, KARUTA HAJIME

Permainan kartu Karuta yang biasa dilakukan saat tahun baru & merupakan permainan tradisional Jepang

Karuta Hajime, merupakan upacara permainan kartu “karuta” dalam menyambut tahun baru dan diselenggarakan pada 3 Januari di kuil Yasakajinja, Higashiyama, Kyoto. Dilansir dariAsahi Shimbun, pengunjung menyaksikan 23 pria dan wanita berdandan layaknya orang Jepang di masa Periode Heian (794-1185), bertanding memainkan karuta di panggung Noh. Para peserta berusia antara 8-25 tahun, bertanding menemukan kartu yang mengandung puisi Hyakunin-isshu yang sedang dibacakan saat pertandingan.
Salah satu pemain, Sakurako Watanabe (13) mengatakan bahwa ia secara khusus belajar puisi demi mengikuti pertandingan ini “Mengenakan kostum seperti ini membuat saya gugup, tapi saya menikmati pertandingannya.” Ujarnya.
Pemain kartu Karuta dengan busana tradisional Kimono
~Adi~